SATU
TUJUAN DALAM HIDUP UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH DAH BAHAGIA
OLEH : ANDRY
DARVID MIRHARDIE
Reprouksi remaja ! Hal
ini sangat penting untuk di ketahui semua orang. Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO
adalah suatu keadaan fisik, mental dan social yang utuh, bukan hanya bebas dari
penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan segala
sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Atau suatu keadaan dimana manusia dapat menikamti kehidupan seksualnya
serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dan
aman. Di Tanjung Jabung Barat tepatnya
di kota Kuala Tungkal terlihat remaja
yang kurang memperhatikan kesehatan
reproduksinya. Kenapa ini saya katakan
? Terlihat pada wanita, penggunaan
produk berbahan kimia untuk membersihkan daerah kewanitaan yang terlalu
berlebihan dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan reproduksinya karena penggunaan secara
berlebihan ini dapat membunuh bakteri menguntungkan yaitu bakteri laktobasilus
yang berada didekatnya. Belum lagi
keadaan air dikota Kuala Tungkal yang menjadi masalah hingga kini, ketersulitan
untuk mendapatkan air bersih menjadi faktor kurangnya perhatian remaja terhadap
kesehatan reproduksinya, dengan persediaan air seadanya yang belum terjamin
kebersihannya inilah yang menjadi adanya masalah tersebut, belum lagi kurangnya
penyuluhan tentang kesehatan reproduksi di Kuala Tungkal dan kurangnya
perhatian orangtua terhadap anak juga menjadi salah satu dampak tersebut. Persentase wanita untuk menjaga kesehatan
reproduksinya sangat rendah dibandingkan laki-laki, ini disebabkan hal yang telah saya katakan
sebelumnya. Bagaimana kesehatan
reproduksi dapat ditingkatkan untuk menuju yang lebih sehat ? Inilah masalah
yang perlu diperjelaskan bagaimana cara melakukan perawatan untuk kesehatan
reproduksi agar menjadi lebih sehat.
Mengapa Kesehatan
Reproduksi Remaja Sangat Penting ?
Masa remaja adalah masa
transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang relatif belum mencapai
kematangan mental dan sosial sehingga tingkat emosi cenderung lebih tinggi
dalam menghadapi tekanan-tekanan yang terjadi.
Pengaruh informasi global yang mudah diakses justru mengakibatkan
kebiasaan-kebiasaan tidak sehat seperti minum minuman yang beralkohol, penyalahgunaan obat dan suntikan
terlarang. Secara kumulatif
kebiasaan-kebiasaan ini akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantarkan
kebiasaan berprilaku seksual yang berisiko tinggi, karena remaja kurang memiliki informasi yang
akurat tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses
informasi untuk kesehatan reproduksi, termasuk kontrasepsi. Risiko yang
dihadapi remaja berbeda dengan anak-anak, resiko yang terjadi antara lain
kehamilan, aborsi dan penyakit menular sex (PMS). Kadangkala pencetus perilaku atau kebiasaan
tidak sehat pada remaja justru adalah akibat ketidak-harmonisan hubungan rumah
tangga antara ayah-ibu, sikap orangtua
yang selalu manabukan pertanyaan anak tentang fungsi/proses reproduksi dan
penyebab rangsangan seksualitas.
Menjaga Kesehatan
Reproduksi
Kesehatan reproduksi
tidak dapat dipisahkan dengan kesehatan secara umum. Sehingga upaya untuk mempertahankan keadaan
prima dalam kesehatan reproduksi harus didukung oleh perilaku hidup sehat dan
bersih. Seorang remaja yang menjaga
kesehatan reproduksinya diharapkan dapat
memperoleh keturunan dan memperoleh kabahagiaan dimasa akan datang/masa tua.
Cara Menjaga Kesehatan
Reproduksi
1.
Dalam hal penggunaan pakaian dalam, gunakanlah
pakaian dalam yang bahannya tebuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
seperti katun dan kaus.
2.
Dalam hal penggunaan handuk yang
dilakukan ssecara berulang kali biasakan menjemur handuk setelah pemakaian.
3.
Selanjutnya adalah biasakan memotong bulu
pubis. Alat kelamin pria maupun wanita
di tumbuhi bulu, untuk memelihara kebersihan dan kerapian sebaiknya mencukur
bulu tesebut apabila terlihat lebat dan panjang. Karena remaja putri bulu pubis selalu
terpapar saat pembuangan air kecil sehingga menimbulkan bau busuk.
4.
Dalam hal kebersihan alat kelamin luar,
bersihkan vulva setiap kali buang air dengan dimulai dari depan hingga
belakang.
5.
Bagi remaja pria glans penis harus
dibersihkan setiap kali buang air.
Pelayanan Kesehatan
Reproduksi Remaja
Pilihan dan keputusan
yang diambil seorang remaja sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas
informasi yang mereka miliki. Sebagai
langkah awal pencegahan, peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi harus ditunjang melalui materi komunikasi,
informasi dan edukasi (KIE) yang tegas
tentang konsekuensi peilaku seksual.
Dari segi pelayanan
kesehatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga di Indonesia hanya
dirancang untuk perempuan yang telah menikah, tidak untuk remaja. Petugas kesehatanpun belum dibekali dengan
keterampilan untuk melayani kebutuhan kesehatan reproduksi para remaja.
Artikel ini saya buat
hanya untuk acuan dalam memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi, saya
harap jangan hanya terpaku pada satu informasi, cari dan pelajarilah dari
sumber-sumber terpercaya lainnya.
Saran saya sebagai
penulis untuk para remaja ‘Biasakanlah hidup sehat dan bersih dalam hal menjaga
kesehatan secara umun maupun pribadi, bagaimanapun kesehatan reproduksi
merupakan jalan untuk menuju masa depan yang bahagia dalam hiduup, jangan
sia-siakan kesempatan selagi masih ada waktu
untuk berubah, lakukanlah dari sekarang sebelum menyesal dikemudian
hari’. Semoga artikel yang saya buat ini
bermanfaat bagi remaja-remaja sekalian.
SEKIAN
DAN TERIMA KASIH ATAS WAKTUNYA