MISTER BATANG ASAM
( TBC )
02 – TINGKAT SMA
Kuala
tungkal merupakan kota yang beriklim tropis, dimana tingkat penularan TBC
sangat tinggi, belum lagi penduduknya yang kurang menjalani pola hidup sehat.
Perumahan yang berada di kuala tungkal belum semua dialiri dengan air bersih,
sehingga penularan TBC bisa terjadi begitu cepat.
Apa
sih TBC ITU ?
TBC
adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis. Dimana
bakteri ini berbentuk batang yang tahan terhadap PH tubuh atau tingkat keasaman
dalam tubuh. Bakteri ini merupakan bakteri yang menyerang sistem pernafasan
yaitu paru-paru.
Bagaimana
sih bisa terserang TBC ?
Perilaku
hidup yang tidak bersih akan mengundang datangnya penyakit ini karena bakteri
yang bernama mycobacterium tuberculosis
suka hidup di tempat yang kurang terawat, seperti yang saya katakan diastas
tadi, kebiasaan masyarakat yang tidak mengenal pola hidup sehat inilah yang
mengakibatkan banyaknya penderita TBC di Kuala Tungkal, bahkan bukan hanya di
Kuala Tungkal saja mungkin mencakup dunia. Perilaku-perilaku yang kurang baik
itu harus kita cegah agar penularan TBC tidak menjadi banyak sehingga kita bisa
hidup dengan nyaman.
Masyarakat
yang bagaimana sih yang mudah banget terserang TBC ?
Ayo,
apa kalian pengen tahu ? Hehehehe.. Pasti kalian sudah tahu masyarakat yang
bagaimana yang sangat mudah terserang TBC, sepertinya saya tidak usah untuk
mengulang lagi, karena gambarannya sudah terdapat diatas.
Apa saja tanda-tanda TBC ?
Seperti
halnya penyakit yang lain, dimana penyakit lain memiliki tanda-tanda, begitu
juga dengan TBC diantaranya ialah :
a) Batuk
berdahak, dengan batuk berdahak ini konsentrasi belajar kita bisa terganggu,
karena dengan batuk yang tidak enak ini, selain itu juga dapat mengganggu
teman-teman kita yang lain pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,
sehingga bukan hanya yang penderita penyakit TBC saja yang terganggu tetapi
juga berdampak bagi teman yang lain karena suara batukan yang dikeluarkan oleh
penderita TBC ini tadi.
b) Batuk-batuk
dengan mengeluarkan darah, dengan gejala yang kedua ini, bukan hanya teman
dalam satu kelas saja yang tergganggu, tapi mereka juga takut dan khawtir
dengan keadaan kita, belum lagi kalau mereka tahu bahwa kita menderita TBC,
pasti mereka akan hati-hati dengan kita, dan kita pun akan merasa terasingi.
Dengan gejala batuk yang mengeluarkan darah ini tidak hanya teman-teman kita
yang merasa khawatir, orang tua kita juga akan merasa khawatir dan juga
orang-orang yang dekat dengan kita, yang tadinya mereka biasa-biasa saja akan
sangat memikirkan kondisi kita sehingga waktu mereka terbuang sia-sia.
c) Kurangnya
nafsu makan, gejala yang ini nih yang nggak banget deh, dengan kita menderita
TBC nafsu makan kita akan berkurang, kalau nafsu makan kita berkurang, otomatis
kebutuhan gizi dalam tubuh kita juga ikut berkurang. Sedangkan dengan makan
kita berharap kebutuhan tubuh kita akan terpenuhi sehingga dapat menjalankan
aktivitas dengan baik, jika nafsu makan kita berkurang aktivitas kita akan
berkurang karena energi yang dihasilkan tidak sama dengan energi yang
dibutuhkan oleh tubuh.
d) Sesak
nafas pada saat ingin bernafas, nah inilagi yang susah, jika pernafasan kita
berkurang atau disebut dengan pengambilan oksigen kita tidak terpenuhi dengan
baik, maka pengedaran darah dalam tubuh tidak berjalan dengan lancar, otomatis
pengedaran zat-zat yang diperlukan oleh tubuh tidak berjalan lancar, karena
peredaran zat-zat makanan memerlukan oksigen agar peredaran darah berfungsi
dengan baik.
Bagaimana
sih cara melakukan hidup sehat agar terhindar dari TBC ?
Untuk
menghindari penyakit TBC, terutama kita harus berupaya dalam melakukan pola
hidup sehat yang berada dilingkungan sekolah kita, dengan demikian kita akan
terbiasa dengan lingkungan yang bersih dan sehat, setelah berhasil kita
terapkan dalam lingkungan sekolah berupayalah untuk melakukannya dalam
lingkungan keluarga kita sendiri, sehingga bukan hanya diisekolah saja kita
bisa mendapatkan lingkungan yang sehat dan bersih. Lalu jika berhasil
diterapkan didalam lingkungan keluarga ajaklah sanak saudara terdekat kita untuk melakukan pola hidup sehat dan besih
ini dan jika bisa kita terapkanlah dalam lingkungan besar seperti lingkungan
RT, untuk bersama-sama bergotong royong dalam membersihkan lingkungan sehingga
pola hidup sehat dan bersih terjalani dengan baik sehingga penularan penyakit
TBC tidak menyebar lebih luas lagi dan persentase penularan juga berkurang.
Nah dengan perilaku kita yang kurang
sehat tadi kita bisa merubahnya dengan perilaku yang baru dengan memperhatikan kebersihan
lingkungan kita yang meliputi:
a) PHBS
yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, sebagaimana yang telah saya jelaskan
diatas tadi.
b) Dengan
berolahraga, dengan melakukan aktivitas ini kita berharap tubuh kita bisa
sehat, karena dengan berolahraga tubuh kita akan melakukan gerakan, sehingga
akan membakar zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh ataupun mengeluarkan
zat-zat yang tidak berguna melalui keringat yang dikeluarkan, olahraga sendiri
adalah serangkaian gerak yang dilakukan oleh otot-otot tubuh sehingga
penumpukan asam laktat pada tubuh akan terbakar dan tidak mengakibatkan
kelelahan.
c) Menjaga
kebersihan makanan, cara ini adalah cara yang paling efektif dalam mencegah
timbulnya penyakit TBC, karena dengan menjaga kualitas makanan yang kita makan,
bakteri yang akan bersarang dimakanan kita tidak akan berkembang. Nah apabila
kita berada dilingkungan sekolah perhatikan keadaan kantin yang berada
disekolah, apakah kantin itu sudah memasuki kriteria sekolah sehat atau tidak,
sehingga terserangnya penyakit TBC tidak akan timbul dilingkungan sekolah,
mengapa ini saya katakana ? Karena disekolah yang pernah saya masuki atau saya
datangi rata-rata kantinnya tidak memasuki kriteria sekolah sehat. Dengan
keadaan kantin yang terbuka maka debu, kuman maupun bakteri akan mudah
berkembang biak, sehingga resiko terserangnya penyakit TBC akan tinggi.
Apa
sih faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit TBC ?
Faktor-faktor
terpaparnya seseorang yang terserang penyakit TBC antara lain yaitu :
a) Status
Sosial Ekonomi, nah yang dimaksudkan dengan status sosial ekonomi ini adalah keadaan
rumah yang kepadatan penghuninya melampaui batas, lingkungan perumahan yang
kurang sehat dan tempat kerja yang
kondisinya buruk akan memudahkan seseorang terserang penyakit TBC. Dalam
kondisi ini biasanya yang bersangkutan erat dengan penularan penyakit TBC
adalah keluarga dekat, karena kurang biaya dalam kebutuhan sehari-hari.
b) Status
Gizi, keadaan seperti inilah yang mengakibatkan nutrisi dalam tubuh berkurang,
apabila gizi yang diperlukan oleh tubuh tidak terpenuhi seperti kekurang
kalori, protein, vitam, zat besi dan lain-lain, akan mempengaruhi daya tahan
tubuh seseorang sehingga rentan terhadap penyakit yang masuk dalam tubuh,
kondisi ini biasanya banyak dialami dinegeri yang miskin karena sumber daya
alam yang menghasilkan gizi tersebut tidak terpenuhi.
c) Umur,
penyakit TBC sering ditemukan pada usia muda atau usia produktif. Karena dalam
usia muda ini adanya terjadi transisi demografi yang menyebabkan sistem
imunologis seseorang menjadi turun, sehingga sangat rentan terhadap penyakit.
d) Jenis
Kelamin, TBC ini cenderung menyerang usia muda pada jenis kelamin laki-laki
daripada perempuan, karena laki-laki banyak yang meminum-minuman alkohol dan
mengisap rokok sehingga dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh, sehingga
mudah terserang agen penyebab TBC.
Bagaimana
cara mencegah agar tidak tertular oleh TBC ?
a) Penderita
dapat menutup mulut apabila batuk sehingga tidak tertular dengan yang lain.
b) Dikalangan
masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan pemberian vaksinasi BCG.
c) Dengan
memberikan penyuluhuhan oleh petugas kesehatan.
d) Isolasi
atau pemeriksaan kepada orang-orang yang terinfeksi.
e) Imunisasi
kepada orang-orang yang berkontak langsung.
f) Penyelidikan
kepada orang-orang yang berkontak langsung.
g) Pengobatan
khusus.
Kesimpulan
Dengan demikian penyakit TBC tidak
boleh dianggap main-main, karena penyakit ini dapat menular kepada orang lain
dengan cara yang tidak kita duga, sehingga tanpa kita sadari kita telah
tertular, namun penderita ini tidak harus kita kucilkan sehingga dia tidak
merasa terdiskriminasi, oleh karena itu agar kita terhindar dari penyakit TBC
ayo kita lakukan pola hidup bersih dan sehat sehingga kita dapat menuju “INDONESIA YANG LEBIH SEHAT”