BENDA
KECIL PEMBAWA PETAKA
Oleh
: ANDRY DARVID MIRHARDIE
Say
no to drugs ! Itulah kalimat yang dikatakan banyak orang. Di Tanjung Jabung Barat khususnya dikota Kuala
Tungkal merupakan sebuah kabupaten yang terletak disebuah daerah pesisir pantai
timur provinsi jambi, selain itu Kuala Tungkal juga merupakan gerbang keluar
masuknya/translate pedagang baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Dalam proses perdagangan ini tak ayal jika
barang-barang yang diperdagangkan dapat berupa barang halal maupun barang
haram. Di Kuala Tungkal proses mmasuknya
narkoba (barang haram) begitu mudah, yang mendasarkan mudahnya barang haram ini
masuk ke kota Kuala Tungkal tidak lain karena proses pemeriksaan terhadap
barang-barang yang masuk baik dari jalur darat maupun jalur laut tidak begitu
ketat sehingga memudahkan barang-barang tersebut keluar masuk dengan mudah
dilingkungan kota. Tidak hanya
narkoba, merokok merupakan salah satu
kebiasaan masyarakat yang sulit untuk dihilangkan. Kebiasaan ini tidak hanya berada di Kuala
Tungkal, bahkan mencakup dunia begitu juga dengan narkoba. Kedua barang ini sama-sama merusak sistem
kerja dalam tubuh. Bagaimana hubungan
rokok dan narkoba bagi kesehatan dikalangan remaja dan apa dampaknya ? Inilah masalah yang harus diperjelas, bagaimana
rokok dan narkoba dapat berhubungan dengan manusia khususnya dikalangan remaja.
Dizaman
sekarang ini remaja sudah semakin modern dengan semaraknya teknologi dan lan
sebagainya. Pada saat ini peran orang
tua sangat berpengaruh dalam menunjang kehidupan anak dimasa yang akan
datang. Dengan adanya peran orang tua
ini diharapkan agar pemimpin-peminpin muda anak bangsa yang akan datang ini
tidak terjerumus dalam lembah hitam.
Kita sebagai remaja seharusnya tahu mana yang baik untuk dilakukan dan
mana yang tidak baik untuk dilakukan.
Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat, yang menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan
masyarakat, salah satu aspeknya adalah “tidak ada anggota keluarga yang
merokok“. Sedangkan PHBS harus menjadi kewajiban saya dan para kader kesehatan
untuk mensosialisasikannya. Setiap kali menghirup asap rokok, entah sengaja
atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah,
merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan
tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat
kita pungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja
merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Saat ini jumlah
perokok, terutama perokok remaja terus bertambah. Bahkan organisasi kesehatan sedunia (WHO)
telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh
10 juta orang per tahun. Melalui
resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal
31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan
merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit
jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut,
kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi,
serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.
ZAT
KIMIA
Zat
kimia pada rokok yang menggunakan tembakau,asap yang dihasilkan memiiki
kompenen gas antara lain : karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat,
nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin,
karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker
(karsinogen). Sebagai remaja kita harus mengetahui zat-zat yang
terdapat dalam rokok, dengan demikian
kita juga berharap terhindar dari narkoba, karena didlam rokok tersebut juga
mengandung zat-zat yang terdapat dalam narkoba.
NIKOTIN
Zat
ini merupakan zat yang meracuni sistem saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah,
menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan
ketergantungan pada pemakainya.
GAS
KARBONMONOKSIDA (CO)
Karbon
Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin
dalam sel- sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen
yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih
kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin.
TAR
Tar
adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok,
dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga
mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk
endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan
paru-paru.
Dampak
bagi Kesehatan Remaja
Bagi
remaja pengguna zat-zat ini akan melihat dampaknya bagi kesehatan dirinya
sendiri, dampak tersebut antara lain :
ü Dampak
terhadap Paru-paru,
ü Dampak
terhadap Jantung.
Dari dampak-dampak
tersebutlah akan datang penyakit, antara lain :
ü Penyakit
Jantung Koroner,
ü Penyakit
Stroke,
ü Kanker
Paru-paru, dan lain-lain.
Tidak hanya pengguna,
asap rokok yang disebarkan juga dampak berdampak pada kesehatan yang bukan
pengguna.
Kebiasaan
Merokok sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan
tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat. Usaha penerangan dan
penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan
usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan
kesehatan masyarakat pada umumnya. Perlu
pula pembatasan kesempatan merokok di tempat- tempat umum, sekolah, kendaraan
umum, dan tempat kerja.
Gerbang
Narkoba akibat kronik yang paling gawat dari penggunaan nikotin adalah
ketergantungan. Sekali seseorang menjadi perokok, akan sulit mengakhiri
kebiasaan itu baik secara fisik maupun psikologis. Proses farmakologis dan perilaku yang
menentukan ketagihan tembakau sama dengan proses yang menimbulkan ketagihan pada
obat, seperti heroin dan kokain. Nikotin mempunyai sifat mempengaruhi dopamin
otak dengan proses yang sama seperti obat-obatan tersebut. Berdasarkan data epidemiologi diketahui
kurang lebih 20% dari perokok memiliki risiko delapan kali menjadi penyalahguna
NAPZA, dan berisiko sebelas kali untuk menjadi peminum berat dibandingkan
dengan mereka yang tidak merokok. Jika
dikaitkan dengan meningkatnya jumlah perokok remaja. masalah kebiasaan merokok pada remaja
diharapkan dapat mencegah masalah yang akan timbul dikemudian hari berkaitan
kebiasaan tersebut, salah satunya adalah pencegahan penyalahgunaan
narkoba. Remaja yang berisiko tinggi
adalah remaja-remaja yang memiliki sifat pemuasaan segera, kurang mampu menunda
keinginan, merasa kosong dan mudah bosan, mudah cemas, gelisah, dan depresif.
Artikel
ini saya buat hanya untuk acuan agar remaja-remaja yang tidak lain sebagai
pemimpin masa depan tidak terjerumus dalam lembah hitam. Dengan ini diharapkan dapat melakukan pola
hidup yang sehat dengan menjauhi rokok
dan penyalahgunaan narkoba.
Saran
saya sebagai penulis artikel ini
‘Katakanlah pada diri sendiri dan berjanjilah tidak akan pernah mengenal benda
tersebut dan akan tetap dengan pendirian dan bagi pengguna cobalah untuk
menghentikannya agar tidak menyesal
dikemudian hari. Semoga artikel yang saya buat ini bermanfaat untuk
semua.
à SEKIAN DAN TERIMA
KASIH ß