Willkommen zu meinem Blog, kann nutzlich sein, und vergessen Sie nicht, wieder zu kommen und danke

Saturday, March 9, 2013

KESEHATAN


MISTER BATANG ASAM
( TBC )
02 – TINGKAT SMA
Kuala tungkal merupakan kota yang beriklim tropis, dimana tingkat penularan TBC sangat tinggi, belum lagi penduduknya yang kurang menjalani pola hidup sehat. Perumahan yang berada di kuala tungkal belum semua dialiri dengan air bersih, sehingga penularan TBC bisa terjadi begitu cepat.

Apa sih TBC ITU ?
TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis. Dimana bakteri ini berbentuk batang yang tahan terhadap PH tubuh atau tingkat keasaman dalam tubuh. Bakteri ini merupakan bakteri yang menyerang sistem pernafasan yaitu paru-paru.

Bagaimana sih bisa terserang TBC ?
Perilaku hidup yang tidak bersih akan mengundang datangnya penyakit ini karena bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis suka hidup di tempat yang kurang terawat, seperti yang saya katakan diastas tadi, kebiasaan masyarakat yang tidak mengenal pola hidup sehat inilah yang mengakibatkan banyaknya penderita TBC di Kuala Tungkal, bahkan bukan hanya di Kuala Tungkal saja mungkin mencakup dunia. Perilaku-perilaku yang kurang baik itu harus kita cegah agar penularan TBC tidak menjadi banyak sehingga kita bisa hidup dengan nyaman.

Masyarakat yang bagaimana sih yang mudah banget terserang TBC ?
Ayo, apa kalian pengen tahu ? Hehehehe.. Pasti kalian sudah tahu masyarakat yang bagaimana yang sangat mudah terserang TBC, sepertinya saya tidak usah untuk mengulang lagi, karena gambarannya sudah terdapat diatas.

Apa saja tanda-tanda TBC ?
Seperti halnya penyakit yang lain, dimana penyakit lain memiliki tanda-tanda, begitu juga dengan TBC diantaranya ialah :
a)      Batuk berdahak, dengan batuk berdahak ini konsentrasi belajar kita bisa terganggu, karena dengan batuk yang tidak enak ini, selain itu juga dapat mengganggu teman-teman kita yang lain pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga bukan hanya yang penderita penyakit TBC saja yang terganggu tetapi juga berdampak bagi teman yang lain karena suara batukan yang dikeluarkan oleh penderita TBC ini tadi.
b)      Batuk-batuk dengan mengeluarkan darah, dengan gejala yang kedua ini, bukan hanya teman dalam satu kelas saja yang tergganggu, tapi mereka juga takut dan khawtir dengan keadaan kita, belum lagi kalau mereka tahu bahwa kita menderita TBC, pasti mereka akan hati-hati dengan kita, dan kita pun akan merasa terasingi. Dengan gejala batuk yang mengeluarkan darah ini tidak hanya teman-teman kita yang merasa khawatir, orang tua kita juga akan merasa khawatir dan juga orang-orang yang dekat dengan kita, yang tadinya mereka biasa-biasa saja akan sangat memikirkan kondisi kita sehingga waktu mereka terbuang sia-sia.
c)      Kurangnya nafsu makan, gejala yang ini nih yang nggak banget deh, dengan kita menderita TBC nafsu makan kita akan berkurang, kalau nafsu makan kita berkurang, otomatis kebutuhan gizi dalam tubuh kita juga ikut berkurang. Sedangkan dengan makan kita berharap kebutuhan tubuh kita akan terpenuhi sehingga dapat menjalankan aktivitas dengan baik, jika nafsu makan kita berkurang aktivitas kita akan berkurang karena energi yang dihasilkan tidak sama dengan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
d)     Sesak nafas pada saat ingin bernafas, nah inilagi yang susah, jika pernafasan kita berkurang atau disebut dengan pengambilan oksigen kita tidak terpenuhi dengan baik, maka pengedaran darah dalam tubuh tidak berjalan dengan lancar, otomatis pengedaran zat-zat yang diperlukan oleh tubuh tidak berjalan lancar, karena peredaran zat-zat makanan memerlukan oksigen agar peredaran darah berfungsi dengan baik.

Bagaimana sih cara melakukan hidup sehat agar terhindar dari TBC ?
Untuk menghindari penyakit TBC, terutama kita harus berupaya dalam melakukan pola hidup sehat yang berada dilingkungan sekolah kita, dengan demikian kita akan terbiasa dengan lingkungan yang bersih dan sehat, setelah berhasil kita terapkan dalam lingkungan sekolah berupayalah untuk melakukannya dalam lingkungan keluarga kita sendiri, sehingga bukan hanya diisekolah saja kita bisa mendapatkan lingkungan yang sehat dan bersih. Lalu jika berhasil diterapkan didalam lingkungan keluarga ajaklah sanak saudara terdekat kita  untuk melakukan pola hidup sehat dan besih ini dan jika bisa kita terapkanlah dalam lingkungan besar seperti lingkungan RT, untuk bersama-sama bergotong royong dalam membersihkan lingkungan sehingga pola hidup sehat dan bersih terjalani dengan baik sehingga penularan penyakit TBC tidak menyebar lebih luas lagi dan persentase penularan juga berkurang.

          Nah dengan perilaku kita yang kurang sehat tadi kita bisa merubahnya dengan perilaku yang baru dengan memperhatikan kebersihan lingkungan kita yang meliputi:
a)      PHBS yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, sebagaimana yang telah saya jelaskan diatas tadi.
b)      Dengan berolahraga, dengan melakukan aktivitas ini kita berharap tubuh kita bisa sehat, karena dengan berolahraga tubuh kita akan melakukan gerakan, sehingga akan membakar zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh ataupun mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna melalui keringat yang dikeluarkan, olahraga sendiri adalah serangkaian gerak yang dilakukan oleh otot-otot tubuh sehingga penumpukan asam laktat pada tubuh akan terbakar dan tidak mengakibatkan kelelahan.
c)      Menjaga kebersihan makanan, cara ini adalah cara yang paling efektif dalam mencegah timbulnya penyakit TBC, karena dengan menjaga kualitas makanan yang kita makan, bakteri yang akan bersarang dimakanan kita tidak akan berkembang. Nah apabila kita berada dilingkungan sekolah perhatikan keadaan kantin yang berada disekolah, apakah kantin itu sudah memasuki kriteria sekolah sehat atau tidak, sehingga terserangnya penyakit TBC tidak akan timbul dilingkungan sekolah, mengapa ini saya katakana ? Karena disekolah yang pernah saya masuki atau saya datangi rata-rata kantinnya tidak memasuki kriteria sekolah sehat. Dengan keadaan kantin yang terbuka maka debu, kuman maupun bakteri akan mudah berkembang biak, sehingga resiko terserangnya penyakit TBC akan tinggi.

Apa sih faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit TBC ?
            Faktor-faktor terpaparnya seseorang yang terserang penyakit TBC antara lain yaitu :
a)      Status Sosial Ekonomi, nah yang dimaksudkan dengan status sosial ekonomi ini adalah keadaan rumah yang kepadatan penghuninya melampaui batas, lingkungan perumahan yang kurang sehat dan  tempat kerja yang kondisinya buruk akan memudahkan seseorang terserang penyakit TBC. Dalam kondisi ini biasanya yang bersangkutan erat dengan penularan penyakit TBC adalah keluarga dekat, karena kurang biaya dalam kebutuhan sehari-hari.
b)      Status Gizi, keadaan seperti inilah yang mengakibatkan nutrisi dalam tubuh berkurang, apabila gizi yang diperlukan oleh tubuh tidak terpenuhi seperti kekurang kalori, protein, vitam, zat besi dan lain-lain, akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang sehingga rentan terhadap penyakit yang masuk dalam tubuh, kondisi ini biasanya banyak dialami dinegeri yang miskin karena sumber daya alam yang menghasilkan gizi tersebut tidak terpenuhi.
c)      Umur, penyakit TBC sering ditemukan pada usia muda atau usia produktif. Karena dalam usia muda ini adanya terjadi transisi demografi yang menyebabkan sistem imunologis seseorang menjadi turun, sehingga sangat rentan terhadap penyakit.
d)     Jenis Kelamin, TBC ini cenderung menyerang usia muda pada jenis kelamin laki-laki daripada perempuan, karena laki-laki banyak yang meminum-minuman alkohol dan mengisap rokok sehingga dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh, sehingga mudah terserang agen penyebab TBC.

Bagaimana cara mencegah agar tidak tertular oleh TBC ?
a)      Penderita dapat menutup mulut apabila batuk sehingga tidak tertular dengan yang lain.
b)      Dikalangan masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan pemberian vaksinasi BCG.
c)      Dengan memberikan penyuluhuhan oleh petugas kesehatan.
d)     Isolasi atau pemeriksaan kepada orang-orang yang terinfeksi.
e)      Imunisasi kepada orang-orang yang berkontak langsung.
f)       Penyelidikan kepada orang-orang yang berkontak langsung.
g)      Pengobatan khusus.
                                   
Kesimpulan
          Dengan demikian penyakit TBC tidak boleh dianggap main-main, karena penyakit ini dapat menular kepada orang lain dengan cara yang tidak kita duga, sehingga tanpa kita sadari kita telah tertular, namun penderita ini tidak harus kita kucilkan sehingga dia tidak merasa terdiskriminasi, oleh karena itu agar kita terhindar dari penyakit TBC ayo kita lakukan pola hidup bersih dan sehat sehingga kita dapat menuju “INDONESIA YANG LEBIH SEHAT”

SEKIAN DAN TERIMA KASIH